ASIAWIN77 > Atlas Interaktif Budaya Asia dalam Koleksi Edisi 77
ASIAWIN77 menyajikan atlas interaktif Edisi 77 yang membagi koleksi berdasarkan tema dan ciri visual dari berbagai kawasan Asia. Pengamatan tidak hanya dilakukan melalui lokasi, tetapi juga melalui bentuk atap, susunan ornamen, motif kain, jenis instrumen, dan detail lain yang membedakan satu koleksi dari koleksi berikutnya.
Setiap kartu pada ASIAWIN77 dapat dibandingkan menggunakan beberapa penanda sekaligus. Dua objek yang berasal dari kawasan berbeda mungkin memiliki bentuk geometris serupa, tetapi menggunakan bahan atau susunan warna yang tidak sama. Sistem pengelompokan karena itu dapat diubah berdasarkan unsur yang sedang diamati tanpa memindahkan data aslinya dari atlas.
Pemeriksaan ASIAWIN77 juga menyediakan tampilan berdampingan untuk membaca detail yang mudah terlewat ketika objek dilihat secara terpisah. Motif dapat diperbesar, bentuk arsitektur dapat disejajarkan, sedangkan instrumen dapat dipilah berdasarkan cara penggunaannya. Edisi 77 akhirnya berfungsi sebagai koleksi pengamatan yang memungkinkan satu objek dibaca dari beberapa karakteristik, bukan sekadar berdasarkan nama atau wilayahnya.
FAQ SEPUTAR ASIAWIN77
Atlas memuat koleksi bertema Asia yang dapat diamati melalui unsur seperti arsitektur, ornamen, pakaian, motif, instrumen, dan berbagai karakteristik visual lainnya.
Angka 77 digunakan sebagai identitas edisi koleksi sehingga tidak dimaknai sebagai jumlah wilayah ataupun jumlah objek yang harus tersedia.
Tidak. Pengelompokan dapat menggunakan bentuk, motif, bahan, fungsi, atau karakteristik lain sehingga objek dari lokasi berbeda tetap dapat dibandingkan.
Detail tambahan seperti bahan, pola permukaan, susunan warna, fungsi, dan struktur dapat diperiksa untuk menemukan perbedaan yang tidak terlihat dari bentuk dasarnya saja.
Tampilan tersebut memudahkan pemeriksaan dua koleksi secara bersamaan sehingga detail kecil dapat dibandingkan tanpa harus berganti halaman berulang kali.
Tidak. ASIAWIN77 digunakan sebagai identitas nama koleksi, sementara konsep utamanya berfokus pada atlas interaktif dan pengamatan karakteristik budaya Asia.